Breaking News

Sejarah Musik Dunia yang Belum Banyak Orang Tau

Sejarah Musik Dunia yang Belum Banyak Orang Tau – Musik ditemukan di setiap budaya, dulu dan sekarang, dan akan disesuaikan antara waktu dan tempat. Karena setiap orang di dunia, bahkan ras yang paling jauh sekalipun, memiliki bentuk musik, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan musik pada nenek moyang manusia mungkin sudah menyebar ke seluruh dunia sebelum manusia. Hasilnya, musik mungkin sudah ada setidaknya selama 55.000 tahun, dan musik pertama mungkin ada di Afrika, dan kemudian berkembang menjadi bagian dasar kehidupan manusia.

Sejarah Musik Dunia yang Belum Banyak Orang Tau

Sumber : idntimes.com

 Baca Juga : Mengeneal Sejarah Musik Jazz

jean-michel-basquiat – Adat nada ini dipengaruhi oleh seluruh pandangan adat yang lain, tercantum badan sosial serta ekonomi, hawa, serta akses ke teknologi. Marah serta ilham yang diekspresikan dalam nada, performa serta suasana mencermati nada, serta tindakan kepada musisi serta komposer berlainan di wilayah serta rentang waktu yang berlainan.” Asal usul nada” merupakan subbidang musikologi serta asal usul yang istimewa, yang menekuni nada( paling utama seni nada Barat) dari perspektif antrean berantai.

Nada Mesir( mulai tahun 2000 SM)

Asal usul nada serta perlengkapan nada orang Mesir diketahui dengan terdapatnya prasasti, semacam harpa, lyra, gitar, mandolin serta suling tunggal ataupun dobel dengan bermacam wujud serta dimensi. Terdapat suatu kober akbar di bilik dengan catatan asal usul kehidupan keluarga Mesir. Dari situ kita dapat memandang kalau nada serta seni memainkan kedudukan berarti dalam mendampingi kebaktian, semacam gaya tari,

desahan kematian, dan jamuan makan.

Musik Yahudi (mulai tahun 1500 SM)
Musik Kenisah (abad 10-6 SM)
Musik Sinagogal (mulai tahun 500 SM)
Musik Yunani (mulai tahun 1100 SM)

Orang Yunani yang kita bicarakan dan mereka yang menyebut diri mereka orang Yunani adalah negara yang didominasi oleh Indo-Jerman. Hellas adalah putra Raja Cesalia (Phaseea), dan dia adalah leluhur mitos suku Hellas.

Masa Mistis (sebelum 110 SM)

Seperti masyarakat kuno lainnya, seni dipercaya berasal langsung dari dewa. Dewa dan pelindung seni adalah Apollo. Ketika dia lahir, dia merobek pakaiannya dengan sulaman emas, lalu mendandani dia dengan dewa-dewa di langit, dan kemudian berteriak: “Gambar itu akan diberikan kepadaku, Aku akan menyatakannya keinginannya yang tak bisa dihancurkan. Zeus. “Kepahlawanan pertamanya adalah mengalahkan ular piton, naga dari kegelapan. Oleh karena itu, orang Yunani terkait dengannya. Di Delphi, seni Pythis dirayakan dengan menyanyi dan memainkan musik dengan alat musik gesek.

Fase kedua (1100-500 SM)
Tangga nada diatonis
Tangga nada kromatis dan enharmonis
Harmoni
Metrik Yunani
Masa klasik dan Helenisme (500-30 SM)
Estetika musik Yunani
Musik Roma (mulai tahun 753 SM)
Musik Arab dan bangsa-bangsa yang memeluk agama Islam

Masa prasejarah (3000-1000 SM)

Sumber paling awal dari musik Arab adalah prasasti Assyria dari abad ke-7 SM. Bahasa Arab memiliki peran penting dalam musik, khususnya di Mesir dan Mesopotamia. Ini terjalin sebab orang Arab berbisnis dalam durasi yang lama, setelah itu orang Arab melaksanakan kontak dengan negara- negara sekelilingnya, tercantum berbisnis dengan orang Mesopotamia, Ibrani serta Yunani. Akibat timbal balik setelah itu timbul pada nama- nama perlengkapan nada Arab yang dipakai di tempat lain, serta nama- nama ini mempunyai julukan yang berlainan, misalnya rebana yang diucap Tabl dalam bahasa Tibet diucap Tibela. Saat sebelum Islam lahir, orang Arab memakai nada buat agama animisme semacam banjir adat. Dewa Dusala yang terpandang amat dihormati; cenayang( shair) bisa menjantur arwah( kencana) lewat nada serta serupanya.

Sebelum agama Islam (abad 1-7 M)

Raja Arab Selatan memang mendukung musik dan sastra. Jadi sampai saat ini, orang Arab Utara masih menganggap Yaman Selatan sebagai tempat kelahiran musik Arab yang sebenarnya, tetapi karena jatuhnya Mesopotamia, kerajaan Arab Selatan jatuh, dan karenanya bermigrasi dari selatan ke utara pada abad kedua. , Musik dikembangkan di tiga pusat: Suriah, Mesopotamia dan Arab Barat.

Musik Islam dan sekolah klasik musik Arab (abad 7-9 M)

Nabi Muhammad (571-632) tidak hanya lahir di Mekah, tetapi pertama kali mendakwahkan Islam di sini. Terlihat bahwa dia puas dengan musik dan juga musiknya. Artinya, demi agama, ia membedakan antara musik anti agama dan musik anti agama. Dengan perkembangan Islam, musik sekuler awalnya ditarik. Di bawah khalifah pertama (632-661), ada banyak tulisan yang menentang Quina (Gadis Bernyanyi). Namun belakangan, Musik Dunia mendapat dukungan baru dari Khalifah Ummayah (661-750). Pada saat itu, ciri yang paling menonjol dari musik sekuler adalah nyanyian monofonik dan iringan pipa.

Musik pascajaya dan pengaruh musik Yunani (abad 9-13 M)
Musik Arab di Spanyol dan pengaruhnya pada musik Eropa (abad 8-15 M)
Musik Cina (mulai tahun 2000 SM)

Bangsa Cina menggambarkan asal mula susunan bunyi mereka pada th. 2700 S. Meter., pada zaman rezim Kaisar Hoang Ty yang menunjuk seorang yang bernama Ling- Lun buat akibatkan ketetapan dan memilah dasar dari wawasan olah bunyi ataupun seni dengan nada- nada. Ling- Lun mengemban kewajiban itu berangkat ke wilayah Sing Yung, dekat mata air bengawan Hoang- Ho, dimana tercantum suatu gunung serta berhutan kusen dan bambu yang rimbun. Di Hutan itu Ling- Lun mencapai ilham buat akibatkan pipa- pipa suling dari cabang bambu degan berbagai berbagai dimensi, serta di didalam Hutan itu tercantum sejodoh kukila fantastis yang bernama Fung- Hoang. Kukila jantan yang diucap Fung menyanyikan 6 bunyi serta Kukila Awewe yang diucap Hoang menyanyikan 6 bunyi yang yang lain serta berbaur jadi kesatuan bunyi yang diucap” bunyi jantan” serta” bunyi awewe”, ataupun lebih diketahui dengan” nada- setengah”. Setelah itu Ling- Lun mengikuti bunyi kukila yang didengarnya itu dengan serulingnya supaya mencuat bunyi yang terendah, F, yang diberi julukan Kung ataupun” bunyi besar”.

” bunyi keras” ini setelah itu dipanggil Kota Ilegal, serta bunyi yang dimainkan di suling itu dibuat dari cabang bambu, serta namanya Hoang- Tschung, yang maksudnya” durasi kuning”. bunyi ini merupakan bunyi yang terbuat oleh kukila fantastis Feng Huang, jadi Ling- Lun menetapkannya selaku bunyi kuno ataupun bunyi dini. Dengan temuan ini, Linglong kembali ke kastel buat memastikan bunyi yang betul, serta setelah itu ia menuangkan bulir gandum yang diucap Chou ke dalam suling bambu buat memastikan bunyi pangkal yang diperlukan. Bagi penjelasan Amiot dalam” Asal usul Nada Tiongkok”, orang Tiongkok sudah berlatih gimana memakai campuran mitologi serta kalkulasi matematis buat mengukur istirahat bunyi.

Musik India (mulai tahun 1500 SM)

Orang India kuno percaya bahwa musik mereka berasal dari dewa. Saraswati, istri brahmana, yang dianugerahkan kepada manusia: Vina. Karenanya, Saraswati dianggap sebagai pelindung suara seni (seni musik). Dalam Veda, kitab suci para pengikut Brahma, tepatnya di Rigvida (1500 SM), beberapa himne dimasukkan dalam bidang musik.

Para Brahmana menaruh banyak dokumen lantunan kuno yang bawa kebolehan abnormal. Sebagian lagu dianggapnya mampu menyebabkan mukujijat- mukjijat besar, seperti memforsir orang ataupun binatang buat beranjak bagi apa yang diharapkan oleh biduan. Tangga suara yang tertua yang ada kepada bangsa india mendekati bersama dengan tangga suara kuno di Tiongkok yang terdiri berawal dari 5 tingkatan. bersama dengan demikianlah terbuktilah kalau di pada ke 2 bangsa itu terdapat pertalian yang dekat semenjak era kuno. Semacam kepada bangsa Tiongkok, tangga suara india lama- kelamaan berpindah terbatas jadi tangga- nada bersama dengan 7 tingkatan. Di didalam buku bersih Narayan ada suatu filosofi nada didalam bentuk puisi.( semacam terbatas Felix Drusche yang menulis ciptaannya didalam bentuk puisi). Aksen lagu india merupakan betul- betul berubah- ubah, diakibatkan oleh besarnya ataupun banyaknya corak bagian syair- syair Hindu. Perlengkapan nada india merupakan Vina, ialah perlengkapan nada petik india. Perlengkapan itu bawa 7 kabel bersama dengan capaian suara yang lebih besar berawal dari 2 oktaf. Umur berawal dari perlengkapan ini diketahui berawal dari dongeng kalau perlengkapan ini ditemui oleh Saraswati, bidadari seni india, serta merupakan perlengkapan yang sangat digemari oleh bumi yang beradat.

Alat musik petik kedua adalah Magaudi yang berbentuk gitar. Kemungkinan besar itu berasal dari bahasa Arab. Pawang ular India menggunakan alat ini dengan 4 senar untuk “menjebak” ular. Adapun alat musik tiup yang tidak asing lagi bagi orang India, seperti seruling tunggal dan seruling ganda. Ada juga alat musik petik, biola, yang namanya Serinda juga digunakan dalam musik India.

Musik Jepang (mulai tahun 600 SM)

Pada th. 54 Meter, Raja Dairi berawal dari bangsa Jepang yang sedang abudaya mengirim barid buat mempertunjukkan hadiah ataupun bulubekti pada kaisar Tiongkok serta disebabkan hbungan semacam ini, mengalirlah kultur kuno berawal dari Tiongkok itu ke negara Jepang. Karakter ke- 2 bangsa berikutnya betul- betul berlainan. Bangsa Jepang lebih berkeras hati serta giat. Tetapi nada kepada bangsa Jepang sedang sekeluarga bersama dengan nada bangsa Tiongkok. Bangsa Jepang punyai macam- macam perlengkapan nada hembus, yang ditiup lurus ataupun miring atau silang. Tidak hanya itu Jepang pula punyai perlengkapan nada berdawai semacam mandolin( luit), Shamisen, Kokin, serta Biwa. Jepang pula punyai kekayaan bisa perlengkapan nada jam( perkusi) yang tidak takluk bersama dengan Tiongkok. Perlengkapan nada berikutnya antara lain: kendang atau tifa, pauka, tambur bel, serta keprak- kayu. Para olah nada di Jepang bukanlah terkemuka. Mereka masuk kalangan yang kecil biarpun tidak terendeh. Kebalikannya seni nada Jepang merupakan seni yang menemukan wilayah di negerinya serta selaku seni yang bernilai atau terpandang.

 Baca Juga : Mengenal Sejarah Musik Keroncong dan Alat Musiknya

Musik Indonesia

Zaman prasejarah (sebelum abad 1 M)

1. Imigrasi Pra-Melayu

Pada 2500-1500 SM, orang bermigrasi dari Asia Tengah ke Asia Tenggara. Mereka mengusung budaya bambu dan teknik bercocok tanam. Khususnya di Annan (Cina Selatan), mereka membuat lagu berima, dan anak-anak mereka bernyanyi dengan cara menjawab.

2. Imigrasi Proto-Melayu pada jaman Perunggu (abad 4 SM) pada sekitar abad ke 4 SM dri daerah Cina Selatan bernama Annam. Tangga nada pelog ikut dibawah ke Indonesia oleh kelompok Proto-Melayu. Alat musik yang dibawah adalah Gong-gong dan ditemukan di pulau Jawa.

Musik Abad Pertengahan

Musik Monofon (Gregorian)

Kata “mono” berasal dari dua kata, monos (tunggal (tunggal dalam bahasa Yunani)) dan phooneoo untuk vokalisasi. Oleh karena itu, istilah “musik monofonik” adalah salah satu jenis musik yang hanya berisi satu suara tanpa ada pengiring. Memang perlu untuk memasukkan frase “tanpa iringan apapun” untuk membedakan nada tunggal dari nada tunggal.

Bagi para ahli nada, nada Era Medio ialah pucuk keutuhan berseni nada monofon ataupun diucap nada Gregorian.

Sebutan nada Gregorian cuma dipakai oleh Paus Leo( 847- 885) dalam suatu pesan pada atasan asrama Abas Honoratus, yang mengatakan lantunan Carmen Gregorian. Ceramah sejenis ini sesungguhnya terdapat saat sebelum kematian Paus Gregorius pada tahun 604, serta dengan cara spesial dipengaruhi oleh Paus. Bermacam buatan mengenai nada Gregorian pula wajib dibaca dengan saksama, sebab terdapat banyak versinya, semacam pakar nada Belgia, komposer, konduktor Auguste Gvart( 1828- 1908), yang amat menekankan akibat nada Yunani kepada Gregorian. Lagu akibat bikinan Galian.