Breaking News

Mengenal Lebih Dalam Tentang Musik Campursari

Mengenal Lebih Dalam Tentang Musik Campursari – Pernah dengar musik Campursari? Indonesia terkenal dengan budayanya yang beragam.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Musik Campursari

Sumber : m.kapanlagi.com

jean-michel-basquiat – bagaimana bisa? Negara kita adalah negara kepulauan, dengan 34 provinsi dan 514 wilayah dan kota.

Tak hanya itu, hampir setiap daerah memiliki ciri khas dan budayanya masing-masing. Mulai dari rumah adat, makanan tradisional, bahasa hingga seni.

Di bidang kesenian terlihat banyak lagu daerah yang ada di Indonesia. Indonesia bahkan punya genre musiknya sendiri.

Nah, Istilah Campursari dalam kancah musik nasional Indonesia mengacu pada campuran (persilangan) dari beberapa genre musik kontemporer Indonesia. Nama campursari diambil dari bahasa jawa, sebenarnya bersifat universal. Musik campursari di jawa tengah dan timur khususnya berkaitan dengan modifikasi alat musik gamelan, sehingga bisa dipadukan dengan alat musik barat dan sebaliknya. Padahal, alat musik “asing” tersebut “mengikuti” norma musik yang disukai masyarakat setempat: corak dan cita rasa orang Jawa.

Campursari pertama kali dipromosikan oleh Manthous, dan keyboard dimasukkan ke dalam aransemen gamelan melalui organisasi gamelan “Maju Lancar” pada akhir 1980-an. Kemudian dengan cepat masuk unsur-unsur baru, seperti gaya jawa (keroncong), dan terakhir dangdut. Pada tahun 2000-an, bentuk campursari dikenal dan termasuk campuran gamelan dan keroncong (misalnya Kena Goda di Nurahana), campuran gamelan dan dangdut, serta keroncong dan dangdut (congdut, populer dalam lagu Didi Kempot)). Meski perkembangan Campursari dipengaruhi oleh banyak pendukung yang mengkritisi keaslian genre musik tersebut, namun semua pihak sepakat bahwa Campursari telah merevitalisasi musik tradisional di Jawa.

Tokoh-tokoh campursari

Ada sebagian tokoh campursari, namun yang patut untuk dibicarakan di sini sebab pengaruhnya yang memadai kuat adalah Manthous dan Didi Kempot. Mengenai dua tokoh ini, percakapan lengkap akan dituliskan pada bagian tersebut ini.
Pencipta lagu dan komposer

Manthous

Sumber : soundcloud.com

Manthous lahir di Desa Playen, Gunung Kidul pada th. 1950. Ketika berusia 16 tahun, Manthous memberanikan diri pergi ke Jakarta. Pilihan utamanya adalah hidup ngamen, yang ia anggap mewakili bakatnya. Namun, pada th. 1969 dia berhimpun bersama dengan orkes keroncong Bintang Jakarta pimpinan Budiman BJ. Kemudian, pada th. th. 1976, Manthous yang termasuk piawai bermain bas mendirikan group band Bieb Blues berciri funky rock bersama dengan bersama dengan Bieb anak Benyamin S. Bieb Blues bertahan hingga th. 1980. Kemudian, Manthous berhimpun bersama dengan Idris Sardi, di dalam group Gambang Kromong Benyamin S. Selain itu, pada mulanya ia pernah termasuk jadi pengiring Bing Slamet dikala tampil melawak di dalam Grup Kwartet Jaya.

Kelihatannya semua pengalaman inilah yang membawa dampak Manthous menguasai aliran musik apa pun. Dalam khazanah dangdut, bahkan, dia termasuk jadi panutan sebab bisa mencipta trik-trik permainan bas, yang sesudah itu ditiru oleh para pemain bas dangdut sekarang.

Pada th. 1993, Manthous mendirikan Grup Musik Campursari Maju Lancar Gunung Kidul. Garapannya menampilkan kekhasan campursari bersama dengan langgam-langgam Jawa yang udah ada. Ada warna rock, reggae, gambang kromong, dan lainnya. Ada termasuk tembang Jawa murni layaknya Kutut Manggung, atau Bowo Asmorondono, bersama dengan gamelan yang diwarnai keyboard dan gitar bas. Bersama group musik yang berdiri th. 1993 dan beranggotakan saudara atau rekan sedaerah di Playen, Gunungkidul, Yogyakarta itu, Manthous merampungkan sejumlah volume rekaman di Semarang. Omzet penjualan capai 50.000 kaset tiap tiap volume, tertinggi dibanding kaset langgam atau keroncong biasanya pada tahun-tahun pertengahan 1990-an.Di samping menyanyi sendiri di dalam kesibukan rekaman itu Manthuos termasuk menampilkan suara penyanyi Sulasmi dari Sragen, Minul dari Gunungkidul, dan Sunyahni dari Karanganyar. Beberapa lagunya yang populer di antaranya Anting-anting, Nyidamsari, Gandrung, dan Kutut Manggung. Namun, karya besarnya yang banyak dikenal oleh orang Indonesia adalah Getuk yang pertama kali dipopulerkan oleh Nurafni Octavia. Sampai sebelum kelanjutannya terkena serangan stroke, Manthous bersama dengan Grup Campursari Maju Lancar Gunungkidul jadi kiblat bagi para pencinta lagu-lagu langgam Jawa dan campursari.

Didi Kempot

Sumber : en.tempo.co

Didik Prasetyo, atau lebih dikenal bersama dengan Didi Kempot, adalah tokoh campursari pasca-Manthous. Didi Kempot yang lahir di Solo, 31 Desember 1966, itu cuma jebolan kelas II SMA. Awalnya anak dari Ranto Edi Gudel, pelawak populer dari Solo itu adalah seorang pengamen. Dari dunia “jalanan” itulah, lahir lagu-lagunya yang sesudah itu jadi hit, layaknya Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Tulung, Cucak Rowo, Wen-Cen-Yu, Yang Penting Hepi, dan Moblong Moblong. Khusus untuk Cucak Rowo, sebetulnya lagu ini merupakan remake atau pembuatan kembali dari lagu lama di Indonesia.

Nama Didi Kempot terlampau populer dan tetap dikaitkan bersama dengan langgam Jawa dan Campursari. Didi tidak cuma populer di Indonesia, namun termasuk Suriname dan Belanda. Di kalangan masyarakat Jawa atau keturunan Jawa, dia dianggap sebagai superstar. Bahkan, ketikaPresiden Suriname, Weyden Bosch mampir mampir ke Indonesia pada th. 1998, dia mengakibatkan Didi secara pribadi. Berkat dedikasinya kepada musik dan lagu berwarna langgam Jawa, oleh warga Jawa di Belanda, dia sesudah itu diberi gelar Penyanyi Jawa Teladan.

Album pertama Didi nampak pada th. 1999. Di dalamnya terdapat lagu Cidro dan Stasiun Balapan. Semula tidak ada seorang pun pedagang kaset yang melirik karyanya. Mungkin sebab warna musiknya yang lain, dan gayanya yang edan, dibandingkan lagu Manthous dan Anjar Any yang tengah populer pada th. 1990-an. Namun, kemudian, album pertamanya ternyata meledak di pasaran. Sejak kala itu, Didi mulai mulai percaya untuk bertekun tembang-tembang Jawa. Adik dari pelawak Mamiek Prakoso ini sesudah itu jadi salah satu ikon dari campur sari. Tawaran untuk membawa dampak album pun mampir bersama dengan deras, lebih-lebih dia pernah membawa dampak 12 album sekaligus di dalam satu tahun. seperti yang dilansir Wikipedia

Baca Juga : 5 Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia

Alat Musik Yang Digunakan

Dalam tiap-tiap pertunjukannnya, musik Campursari memakai alat musik gamelan sebagai alat musik yang utama. Hal ini cocok dengan peristiwa terjadinya musik Campursari, di mana terjadinya menambahkan lebih dari satu alat musik berasal dari rutinitas luar. Untuk itu penulis akan membatasi alat-alat musik apa saja yang dimainkan ketika musik Campursari dipertunjukkan. Alat musik gamelan umumnya selalu dimainkan dan berdampingan dengan alat musik yang lainnya. tapi adakalanya, gamelan tidak dimainkan.

Hal ini dapat diketahui, ketika ada pertunjukan musik Campursari yang hanya memakai sebuah alat musik organ tunggal saja. Dengan alasan, bahwa organ tunggal sudah dapat mengakomodir seluruh nada dan nada-nada yang dihasilkan oleh gamelan dan alat musik yang lainnya, serta alasan yang lainnya bahwa hanya dengan organ tunggal sudah dapat menghemat dana layaknya penyewaan alat musik yang mahal dan juga persoalan pembayaran honor kepada para pemain. Serta dana yang terbatas berasal dari penggagas aktivitas tapi pemanfaatan organ tunggal ini tidak serta merta disebut dengan alat musik Campursari, dikarenakan yang disebut dengan alat musik Campursari adalah perpaduan antara gamelan dengan alat musik yang lain agar menghasilkan warna bunyi musik yang tidak sama dan makin kaya dengan nada-nada. Adapun yang disebut dengan alat-alat musik Campursari lebih dari satu diantaranya adalah sebagai berikut:

Gamelan adalah ensembel musik yang umumnya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal berasal dari bhs Jawa gamel yang bermakna memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan umumnya terdapat di pulau Jawa , Madura , Bali , dan Lombok di Indonesia didalam berbagai model ukuran dan wujud ensembel. Di Bali dan Lombok sementara ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, arti gong lebih diakui sinonim dengan gamelan.

Pandangan hidup Jawa yang diungkapkan didalam musik gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, keselarasan didalam bicara dan bertindak agar tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud nyata didalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang, gabungan sebanding bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta nada gong pada tiap-tiap penutup irama.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu – Budha yang mendominasi Indonesia pada awal jaman pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli Indonesia. Instrumennya dikembangkan sampai bentuknya sampai layaknya sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit . Dalam perbedaannya dengan musik India, hanya satu pengaruh ke-India-an didalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanyikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu ). Sang Hyang Guru pertama- tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik lantas menciptakan dua gong, selanjutnya kelanjutannya terbentuk set gamelan.

Tidak ada kejelasan mengenai peristiwa timbulnya gamelan. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis sampai dikenalnya alat musik berasal dari logam. Perkembangan sesudah itu sesudah dinamai gamelan, musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang, dan tarian. Barulah pada lebih dari satu sementara sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan disempurnakan dengan nada para sinden.

Gambaran mengenai alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur , Magelang Jawa Tengah , yang sudah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik misal suling bambu, lonceng, kendhang didalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan didalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief mengenai alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu sistem yang kompleks. Gamelan memakai empat cara penalaan , yaitu slendro , pelog , “Degung” (khusus area Sunda, atau Jawa Barat ), dan “madenda” (juga dikenal sebagai diatonis, sama layaknya skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.

Seperangkat gamelan terdiri berasal dari lebih dari satu alat musik, diantaranya satu set alat musik sama drum yang disebut kendang, rebab dan celempung, gambang, gong dan seruling bambu. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat miliki faedah tersendiri didalam pagelaran musik gamelan, andaikata gong berperan menutup sebuah irama musik yang panjang dan berikan keseimbangan sesudah pada mulanya musik dihiasi oleh irama gending.

Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Satu permainan gamelan komplit terdiri berasal dari dua putaran, yaitu slendro dan pelog. Slendro miliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki

7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan lebih dari satu aturan, yaitu terdiri berasal dari lebih dari satu putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan didalam unit yang terdiri berasal dari 4 nada.

Seperangkat Gamelan Jawa terdiri atas instrumen tersebut 3.3.1.1.kendang

( kendang Klasik dan kendang Jaipong)

Terdapat dua model kendang yaitu kendang klasik dan kendang jaipong. Kendang klasik membawa cirri tali yang lurus namun kendang jaipong membawa cirri tali yang bersilang. Kendang klasik hanya sebuah, namun kendang jaipong mempunya dua buah anak kendang. Kedua model kendang ini membawa manfaat membawa ritem didalam permainan musik Campursari

Saron

Saron (atau disebut terhitung ricik) adalah salah satu instrumen gamelan yang terhitung keluarga balungan.

Dalam satu set gamelan umumnya mempunyai 4 saron, dan kesemuanya memiliki versi pelog dan slendro. Saron membuahkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, bersama ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron umumnya terbuat berasal dari kayu, bersama bentuk seperti palu.

Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan terkait pada komando berasal dari kendang dan model gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan keadaan peperangan misalnya, ricik Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan terkait pada komando berasal dari kendang dan model gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan keadaan peperangan misalnya, ricik

Dalam memainkan saron, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam bersama tabuh, selanjutnya tangan kiri memencet wilahan yang dipukul di awalnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa berasal dari pemukulan nada sebelumnya. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: pathet = pencet)

Gender

Gender (dilafalkan “gendèr”) adalah sejenis metalofon, bagian dari rangkaian gamelan Jawa. Ini memiliki 10 sampai 14 bilah logam (kuningan) miring yang digantung dari balok bambu atau resonator seng dan dipukul dengan pemukul bilah melingkar yang terbuat dari kain yang dilapisi dengan kayu. Pitch bervariasi tergantung pada skala yang digunakan. On Gender (dilafalkan “gendèr”) adalah metalofon, bagian dari rangkaian gamelan Jawa. Ini memiliki 10 sampai 14 bilah logam (kuningan) miring yang digantung pada balok oleh resonator bambu atau seng dan dipukul dengan pemukul bilah melingkar yang terbuat dari kain yang dilapisi dengan kayu. Pitch bervariasi tergantung pada skala yang digunakan. di

Gong

Gong adalah alat musik yang ditopang oleh lima jari dan dipukul dengan tongkat pendek. Fakta membuktikan bahwa cara memegang Gong dengan lima jari mempunyai tujuan khusus, yaitu Gong adalah alat musik yang ditopang dengan lima jari dan dipukul dengan tongkat pendek. Ternyata cara memegang gong dengan lima jari memiliki tujuan khusus.

(Siter dan Celempung)

Siter dan celempung adalah alat musik petik di didalam gamelan Jawa. Ada hubungannya juga dengan kecapi di gamelan Sunda .

Siter dan celempung masing-masing punyai 11 dan 13 gunakan senar, direntang kedua sisinya di pada kotak resonator. Ciri khasnya satu senar disetel suara pelog dan senar lainnya dengan suara slendro . Umumnya sitar punyai panjang kira-kira 30 cm dan dimasukkan didalam sebuah kotak ketika dimainkan, sedang celempung panjangnya kira-kira 90 cm dan punyai empat kaki, serta disetel satu oktaf di bawah siter. Siter dan celempung dimainkan sebagai keliru satu berasal dari alat musik yang dimainkan dengan (panerusan) , sebagai instrumen yang memainkan cengkok (pola melodik berdasarkan balungan ). Baik siter maupun celempung dimainkan dengan kecepatan yang mirip dengan gambang (temponya cepat).

Nama “siter” berasal berasal dari Bahasa Belanda “citer”, yang juga berhubungan dengan Bahasa Inggris “zither”. “Celempung” perihal dengan bentuk musikal Sunda celempungan .

Senar siter dimainkan dengan ibu jari, sedang jari lain digunakan untuk menghindar getaran ketika senar lain dipetik, ini kebanyakan merupakan ciri khas instrumen gamelan. Jari kedua tangan digunakan untuk menahan, dengan jari tangan kanan berada di bawah senar sedang jari tangan kiri berada di atas senar.

Siter dan celempung dengan beragam ukuran adalah instrumen khas Gamelan Siteran , walaupun juga dipakai didalam beragam tipe gamelan lain.

Giter Elektrik

Gitar listrik adalah alat musik bersenar enam dengan nada diatonis. Gitar elektrik merupakan salah satu jenis alat musik dengan klasifikasi akordofon. Gitar listrik adalah pembawa ritme dan melodi. Gitar listrik dimainkan oleh seorang pemain. Saat memainkan instrumen gitar, posisi pemain adalah berdiri atau duduk. Ini akan disesuaikan dengan konteks acara yang menyertai.

Gitar listrik adalah gitar yang menggunakan beberapa pickup untuk mengubah suara atau getaran senar gitar menjadi arus listrik, yang diperkuat oleh satu set amplifier dan speaker. Bunyi gitar listrik dihasilkan dari getaran senar gitar yang mengenai kumparan di badan utama gitar. Terkadang, sinyal dari pickup diubah secara elektronik menjadi gema atau distorsi melalui efek gitar.

Gitar Bass

Gitar bass listrik (sering disebut bass listrik atau hanya bass) adalah alat musik gesek yang menggunakan listrik untuk memperkuat suara. Penampilannya mirip dengan gitar listrik, tetapi memiliki bodi yang lebih besar, leher yang lebih panjang, dan biasanya empat senar. Idealnya bass itu sendiri lebih berat dari gitar elektrik biasa karena senarnya lebih tebal (untuk menjaga nada / suara rendah), jadi Anda harus memilih kayu yang lebih padat dan keras untuk menyeimbangkan tekanan di leher Anda.

Selain itu, ukuran fret (senar pada gitar) lebih besar dan bisa disesuaikan dengan ketebalan senar.

Rebana

Termasuk dalam seri rebana, namun telah diproses melalui mesin produksi pabrik. Memutar musik yang dapat menghasilkan perubahan irama musik Campursari

Keyboard

Saat memainkan keyboard, penggunaan akord sangat penting dan sering digunakan. Akor adalah kumpulan tiga nada atau lebih yang akan terdengar harmonis saat dimainkan bersama. Akor bisa dimainkan sebentar-sebentar atau bersamaan. Akord ini digunakan untuk mengiringi lagu. Misalnya, menekan tiga tuts piano C, E dan G secara bersamaan akan memainkan sebuah kunci.

Dalam pertunjukan musik Campursari, instrumen keyboard memainkan peran yang sangat penting. Karena hanya keyboard yang bisa menggantikan banyak warna musik. Oleh karena itu, dalam beberapa kasus, instrumen keyboard memainkan peran yang sangat penting dalam pertunjukan musik Campursari. Karena hanya keyboard yang bisa menggantikan banyak warna musik. Oleh karena itu, dalam beberapa kasus,

Drum Set

Drum adalah seperangkat alat musik perkusi yang terdiri dari kulit yang direntangkan dan dipukul dengan tangan atau tongkat kayu. Selain kulit, bahan lain seperti plastik juga digunakan.